Monday, August 8, 2022

Catatan Hidup #9 Seleksi CPNS Kemlu 2021

Tak terasa tahun 2022 sudah berlalu separuhnya. Nyaris satu tahun yang lalu perjuangan saya dalam berburu NIP dimulai, ditandai dengan terbitnya pengumuman terkait Seleksi Penerimaan CPNS Kementerian Luar Negeri pada tanggal 30 Juni 2021. 



Pada tulisan yang satu ini, saya akan membagikan pengalaman saya mengikuti tes CPNS 2021 untuk merebut kursi Penata Kanselerai (PK) di Kementerian Luar Negeri. Untuk tahun ini, Jabatan Fungsional Penata Kanselerai (selanjutnya saya sebut JFPK) membutuhkan 71 formasi umum dan 9 formasi cumlaude. 

Insyaallah alur seleksinya akan saya ulas selengkap-lengkapnya agar teman-teman bisa mendapat gambaran tentang jenis-jenis tes beserta rentang waktu antar tes tersebut, supaya teman-teman bisa mengatur strategi dengan baik. Baiklah, tanpa memperpanjang muqoddimah, mari kita mulai! 

Administrasi

Tentu saja perjuangan seleksi CPNS dimulai dari seleksi administrasi. As usual, teman-teman semua harus pasang mata dan telinga baik-baik agar tidak terjegal di tahap ini; pastikan latar belakang pendidikan tepat sesuai permintaan, IPK maupun skor TOEFL memadai, dan lain sebagainya. 

Tidak usah khawatir, persyaratan administrasinya terbilang bersahabat kok, tidak terlalu menyulitkan. Di tahun saya ini, JFPK cuma minta IPK 2.75 dan TOEFL 475. Baca pengumuman dengan teliti ya, bisa saja aturan di era teman-teman berbeda dengan info yang saya tulis disini. 

18 Juli 2021 saya catatkan sebagai awal mula perjuangan saya. Surat lamaran kepada Kementerian Luar Negeri saya layangkan pada tanggal tersebut. Beruntung sekali zaman sudah canggih, sehingga meskipun saya berdomisili di luar Indonesia, saya tetap bisa mengikuti seleksi tahun ini. 

Beberapa dokumen yang perlu diunggah ke website SSCASN diantaranya: 

  1. Ijazah 
  2. Transkrip nilai 
  3. Pas foto latar belakang merah 
  4. Surat lamaran sesuai format yang telah disediakan (bermaterai) 
  5. Surat pernyataan sesuai format yang telah disediakan (bermaterai) 
  6. Surat akreditasi perguruan tinggi dan/atau program studi 
  7. Daftar riwayat hidup sesuai dengan format yang telah disediakan (bermaterai) 
  8. Sertifikat TOEFL 
  9. Akta kelahiran 
  10. KTP 

Asyik ya, tinggal scan dan upload. Tidak ada hard copy yang perlu dikirim. Jangan pelit materai ya! Ada beberapa peserta yang digugurkan karena terbukti menempel materai yang sama pada semua dokumen yang mereka upload. Tidak percaya kalau panitia sekejam itu? Googling saja, gan! Syukur-syukur nemu beritanya. 

Pada tanggal 3 Agustus 2021, setelah sekitar dua minggu menunggu, pengumuman kelulusan seleksi administrasi pun diterbitkan. Pada pengumuman ini disampaikan bahwa terdapat 1436 peserta yang berhak untuk ikut SKD (ini yang formasi PK-umum aja ya, excluding cumlaude). 

Setelah pengumuman tersebut keluar, para peserta yang merasa kurang puas dengan keputusan panitia diberikan kesempatan untuk menyanggah keputusan tersebut dari tanggal 4 hingga 7 Agustus 2021.

Hasil akhirnya, pengumuman pasca sanggah pada tanggal 15 Agustus menyatakan bahwa terdapat 1445 orang yang berhak memenuhi syarat untuk ikut SKD, which means sekitar 9 orang peserta diterima sanggahannya. 

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) 

Nah, karena saya adalah peserta ujian dari titik lokasi (tilok) luar negeri, proses menunggunya jadi terasa lamaaaa sekali. Peserta dalam negeri tentu saja didahulukan. 

Pengumuman pelaksanaan SKD tilok dalam negeri keluar pada tanggal 26 Agustus 2021. Diumumkan bahwa ujian untuk peserta dalam negeri dijadwalkan pada tanggal 2-18 September, sedangkan untuk peserta tilok luar negeri harap bersabar dulu, pengumumannya akan menyusul.

Baru pada tanggal 18 Oktober pengumuman pelaksanaan SKD tilok luar negeri diterbitkan, hampir dua bulan berselang sejak pengumuman sebelumnya. Jadwal tes SKD untuk peserta dari luar negeri yaitu tanggal 26-27 Oktober. Bisa dibilang, saya punya advantage untuk mempersiapkan diri >1.5 bulan lebih lama dibanding peserta dalam negeri. Syukuri saja lah ya? Hehe.

Pertarungan pertama pun dimulai. Pada tanggal 26 Oktober 2021, KBRI Kuala Lumpur menjadi saksi dimulainya upaya saya untuk menyingkirkan lawan-lawan sesama pejuang NIP. Karena situasi pandemi, maka kami diwajibkan untuk datang dengan hasil antigen negatif. Sesampainya di lokasi ujian pun kami dites antigen lagi oleh panitia pelaksana. 

Hari itu saya pulang dengan membawa skor 446. TWK: 110, TIU: 155, dan TKP 181. Alhamdulillah lulus passing grade. 

Kenang-kenangan live score streaming youtube: link 

Setelah menanti beberapa lama, hasil SKD pun diumumkan pada tanggal 13 November 2021, dengan nilai 446 tadi, saya berada di posisi 75 dari 1242 orang yang ikut ujian (padahal yang lulus administrasi itu 1445 orang lho, artinya lebih dari 200 peserta urung berpartisipasi). 

Karena dibutuhkan sebanyak 71 orang dari formasi umum untuk posisi ini, maka artinya 213 peserta (jumlah formasi x3) dengan peringkat teratas dinyatakan berhak lanjut ke tahapan berikutnya yaitu Seleksi Kompetensi Bidang. Hurray! Rintangan pertama berhasil terlalui. 

Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)

Pada posisi yang saya lamar, SKB terbagi atas: 
a. SKB bahasa asing (bobot 20%) 
b. SKB esai & wawancara (sebuah kesatuan, tapi nyatanya ini dua tes terpisah, bobot 30%) 
c. SKB kesehatan fisik (sistem gugur, say no to drugs!
d. SKB CAT (bobot 50%) 

Masing-masing tes ini akan dilebur sesuai bobotnya masing-masing. Setelah nilai akhir SKB didapatkan, akan dilebur lagi dengan SKD yang tadi, dengan komposisi: SKD bobot 40%, SKB bobot 60%. 

Urutan tes a,b,c,d yang saya sebutkan diatas bukan urutan yang baku/tetap ya! Setiap peserta punya jadwal berbeda-beda, ada yang dapetnya a-b-c-d kaya saya, ada yang b-a-c-d, d-a-b-c dan lain sebagainya. Yang saya ceritakan di tulisan ini adalah urutan tes SKB saya. 


SKB Bahasa Asing

Pengumuman tentang SKB bahasa asing diterbitkan pada tanggal 19 November 2021. Pada pengumuman tersebut dijelaskan bahwa sebelum memulai ujian para peserta diharuskan untuk mengikuti readiness check pada tanggal 21-22 November. 

Readiness check pada dasarnya adalah briefing untuk memastikan agar semua peserta mengerti tata cara ujian, dan juga untuk memastikan bahwa perangkat yang digunakan peserta memenuhi spesifikasi minimum, mengingat ujian ini akan dilaksanakan secara online oleh penyelenggara yang ditunjuk Kementerian Luar Negeri. Saya kebagian readiness check pada pukul 13.00 wib di tanggal 22 November. 

Dari briefing tersebut, saya mendapatkan informasi bahwa ternyata ujian SKB bahasa asing hanyalah tes TOEFL biasa. Sepertinya pihak Kemlu ingin memverifikasi nilai TOEFL yang kita submit di tahap awal dengan menggunakan mata kepala mereka sendiri. That’s it. 

SKB bahasa asing diselenggarakan di hari berikutnya yaitu tanggal 23-24 November 2021. Saya kebagian sesi 1 jam 10.00 WIB, tanggal 24 November. Penyelanggara tes saya adalah ILP, diawasi secara online dengan menggunakan zoom. 

Setau saya Kemlu menggunakan dua penyelenggara tes untuk SKB bahasa asing ini. Selain ILP ada juga LBI FIB UI. Kehadiran dua penyelenggara ini agaknya membuat kecemburuan sosial mencuat ke permukaan, terlihat dari kegaduhan di grup telegram dimana sebagian peserta menuding bahwa salah satu penyelenggara terkesan lebih longgar atau lebih santai daripada penyelenggara lainnya. Benarkah? Wallahualam.

Untuk JFPK, sistem penilaiannya seperti ini: 
  • Skor TOEFL 475 keatas diberi nilai 100 
  • Skor TOEFL 450-474 diberi nilai 50 
  • Skor TOEFL dibawah 450 diberi nilai 0 

Alhamdulillah saya berhasil mengamankan nilai 100 dengan memperoleh skor TOEFL 573. Sialnya, dengan skema penilaian seperti diatas hampir bisa dipastikan bahwa 90% pesaing saya juga mampu mengamankan nilai 100. Terpantau hanya belasan orang dari total 213 peserta ujian yang perolehan nilainya bukan 100. Itupun sudah termasuk peserta yang nilainya 0 karena tidak mengikuti ujian. Skor 573 maupun 600 sekalipun, tidak akan terlalu menolong disini. 

SKB Kesehatan Fisik

Pengumuman SKB kesehatan fisik tertanggal 28 November 2021. Diselerenggarakan pada 1-8 Desember 2021. Karena domisili saya di luar negeri jadi saya harus tes sendiri. Biaya tes harus saya tangani sendiri terlebih dahulu, baru di kemudian hari diganti oleh pihak panitia seleksi. 

Untuk peserta dalam negeri, tempat dan jadwal penyelenggaraan tes fisiknya sudah ditentukan oleh panitia, memang ngga bisa sebebas saya sih, tapi enaknya mereka ngga perlu mikirin prosedur reimburse.




SKB Esai

Pengumuman SKB esai tertanggal 2 Desember 2021. Readiness Check untuk ujian SKB esai ini dijadwalkan tanggal 5 Desember 2021, memberitahukan bahwa ujian akan dilaksanakan secara online, diawasi via zoom yang harus merekam peserta beserta layar komputer yang digunakannya (ujiannya memerlukan dua device deh intinya). 

Ujian ini diadakan tanggal 6-7 Desember 2021 dan saya kebagian kelompok 37 tanggal 7 Desember, sesi 1 jam 9.00-11.30 wib. 

Dalam ujian ini, peserta diwajibkan menjawab 3 dari 6 pertanyaan yang diberikan, dengan ketentuan jumlah kata minimal: 300 kata. Jujur, saya agak amburadul disini. Soal yang diberikan bisa dibilang sesuai kisi-kisi, namun sialnya saya tidak sempat belajar. Nasib baik penilaian SKB esai digabung dengan wawancara, sehingga nilai saya masih bisa ketolong dikit. Hehe. 

SKB Wawancara

Pengumuman tertanggal 8 Desember 2021. Undangan dikirim lewat email pada tanggal 9 Desember. Email tersebut berisi link zoom yang akan digunakan. 

SKB wawancara diadakan tanggal 11-15 Desember 2021. Saya panel 27 jam 8 pagi, hari Senin 13 Desember 2021. Total waktu yang diberikan sekitar 20 menit tapi saya ngga nyampe 20 menit. Jadi agak nervous juga sih, takutnya jawaban saya tidak menarik hati. Interviewer saya total ada 3 orang, wawancara dilakukan dengan bahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris, jadi sesuaikan saja dengan bahasa yang dipergunakan interviewernya pas nanya. Berdasarkan sharing-sharing di grup, setiap orang mendapat pertanyaan berbeda-beda. Saya sih lebih banyak ditanyai soal pengalaman kerja yang saya miliki, cuma sedikit pertanyaan teknis yang dilontarkan.

Salah satu pertanyaan yang saya ingat: Jika pimpinanmu di perwakilan nanti memintamu untuk menghapus BMN (barang milik negara) secepatnya, sedangkan kamu belum mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan, apa yang harus kamu lakukan?

SKB CAT

SKB CAT di KBRI Kuala Lumpur tanggal 14 Desember 2021, dapet skor 290 dari total nilai 500 yang bisa diraih. Total ada 100 soal, jawaban yang benar akan diberi 5 poin dan jika salah tidak akan dikurangi. Ya, cuma 58 soal yang mampu saya jawab dengan benar. Huehuehe. Syedih. 

Kisi-kisi soal ujian diterbitkan tanggal 19 November 2021. Sebenarnya memang cukup banyak waktu saya untuk belajar, tapi mak oi, materi yang harus dipelajari itu juga banyak minta ampun. Kisi-kisinya luas sekali. Jadi selain belajar dan menguasai materi, saya sarankan teman-teman juga mengasah kemampuan untuk menebak jawaban dengan benar.  



Pengumuman pra sanggah

Pengumuman diterbitkan tanggal 29 Desember 2022. Diluar prediksi, ternyata saya mampu mendapatkan peringkat 21 dari total 71 orang yang dinyatakan lulus. Skor SKB CAT 290 yang menurut saya mengecewakan, ternyata malah mendongkrak peringkat saya yang sebelumnya hanya 75, menjadi ke 21. Skor SKB CAT teman-teman yang lain ternyata banyak yang lebih ambyar daripada saya. 

Sudah mulai lega nih, karena posisi saya kayanya cukup aman, cukup jauh dari batas bawah. Inilah detik-detik saya melayangkan surat pengunduran diri ke perusahaan tempat saya bekerja. Harus cepet-cepet balik ke Indonesia, mempertimbangkan keharusan untuk karantina terlebih dahulu sebelum bisa ngurus-ngurus pemberkasan. 

Masa sanggah

Periode sanggah yaitu tanggal 31 Desember 2021 hingga 3 Januari 2022, periode jawab sanggah di 3-10 januari 2022. Tentu saja masa sanggah yang ini lebih meriah daripada masa sanggah yang sebelumnya. Bagaimana tidak, jumlah peserta yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) ternyata cukup banyak. 

Dari total 213 orang yang mengikuti SKB, terdapat 84 orang yang dinyatakan TMS-1 (tidak memenuhi syarat pada salah satu/beberapa/semua tahapan SKB). 77 diantaranya memperoleh nilai yang lebih tinggi dibandingkan peserta lulus yang berada di peringkat terbawah. Wah meriah sekali grup telegram pada saat itu, banyak yang tidak tau alasan mereka digugurkan. Sampai sekarang pun saya yakin masih banyak yang belum puas dengan keputusan maupun jawaban sanggah dari panitia. 

Pengumuman pasca sanggah 

Pengumuman pasaca sanggah tertanggal 23 Februari 2022. Secara umum Kemlu menyampaikan bahwa dari semua formasi terdapat 168 peserta yang menyanggah dan 2 diantaranya diterima. Salah satu yang berhasil menyanggah ternyata dari formasi saya, sehingga hasil akhir pasca sanggah posisi saya turun dikit ke peringkat 22. Yoweslah, masih lulus. Rapopo. 

Penetapan NIP

Pada tanggal 30 Mei 2022, akhirnya, saya dipanggil untuk menghadiri acara serah terima SK CPNS di markas Pejambon. Tertulis bahwa Hidayat Syah telah resmi diangkat menjadi CPNS terhitung mulai tanggal 1 Mei 2022. Wohooo. 

Mulai masuk kerja

Tak lama sejak pemanggilan ke markas Pejambon (yaitu tanggal 2 Juni 2022), kegiatan orientasi pun dimulai.Detail kegiatan orientasi mungkin akan saya tulis kapan-kapan bila ada waktu dan kesempatan (dan mood). Intinya SPMT (Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas) saya tanggal 2 Juni deh. Sekitar 1 tahun kurang 28 hari dari tanggal pengumuman pembukaan seleksi CPNS Kemlu 2021. 

Lama ya? Lumayan. Makanya, saran saya mending tetap jalani kerjaan yang sedang dipegang, dan/atau tetap jalani proses seleksi di perusahaan lain yang sedang dilamar, karena sebesar apapun keinginanmu untuk fokus dan lulus cpns, tentu kesehatan kantongmu juga perlu dijaga. Hehehe. Seleksi CPNS sama sekali bukan proses seleksi yang 1-2 bulan bisa selesai. 

To recap, ini timeline seleksi CPNS Kemlu tahun 2021: 

  1. Pengumuman pembukaan seleksi CPNS : 30 Juni 2021 
  2. Pengumuman hasil seleksi administrasi pasca sanggah: 15 Agustus 2021 
  3. Pengumuman pelaksaanaan SKD: 26 Agustus 2021 
    1. Jadwal SKD tilok dalam negeri: 2-18 September 2021 
    2. Jadwal SKD tilok luar negeri: 26-27 Oktober 2021 (saya kebagian 26 Oktober) 
    3. Pengumuman hasil SKD: 13 November 2021 
  4. SKB Bahasa asing: 23-24 November 2021 (saya kebagian 24 November) 
  5. SKB Kesehatan Fisik: 1-8 Desember 2021 (peserta tilok LN bebass) 
  6. SKB Esai: 6-7 Desember 2021 (saya kebagian 7 Desember) 
  7. SKB Wawancara: 11-15 Desember (saya kebagian 13 Desember) 
  8. Pengumuman pelaksanaan SKB CAT: 24 November 2021 (saya ujian tanggal 14 Desember)
  9. Pengumuman hasil akhir pra sanggah: 29 Desember 2021 
  10. Pengumuman hasil akhir pasca sanggah: 23 Februari 2022 
  11. SK pengangkatan CPNS Terhitung Mulai Tanggal: 1 Mei 2022 
  12. Surat Pernyataan Menjalankan Tugas: 2 Juni 2022 
  13. Gaji CPNS pertama: 28 Juli 2022
Coba bandingkan dengan schedule awal:

Agak jauh kan ya? Silakan atur strategimu dengan sebaik-baiknya! 

Semoga kedepannya Kemlu bisa semakin baik dan semakin terdepan lagi. Harapan saya, tulisan ini mampu memberi sedikit pencerahan bagi teman-teman yang juga berminat mengikuti seleksi CPNS Kemlu di tahun-tahun berikutnya.

Read More

Sunday, August 16, 2020

Pengusaha


Kalau mau jadi pengusaha, otak bener-bener harus 'jalan'. Tidak boleh pasif. Lihat saja ketika ada situasi pandemi macam sekarang ini; perekonomian lesu, daya beli merosot. Tentu saja pelaku bisnis menjadi salah satu pihak yang turut merasakan dampak negatif paling signifikan.

Sialnya, permasalahan tak berhenti pada persoalan turunnya daya beli masyarakat saja. Kebijakan pemerintah untuk melakukan pembatasan pergerakan pun tentu saja punya andil dalam menambah kusut raut wajah para pebisnis. Bisa dikatakan, mereka yang belum go digital benar-benar terkena hempasan yang telak dengan diberlakukannya kebijakan ini. Jual-beli secara tradisional menjadi sulit bahkan mustahil untuk dilakukan.

Dalam situasi seperti ini, kadang saya merasa beruntung karena masih berada pada posisi karyawan. Ngga kebayang sih, kalau pandemi ini terjadi disaat saya sudah berstatus sebagai pengusaha. Lebih sadis lagi kalau timeline-nya berbarengan dengan momen pembangungan usaha tahap awal. Akar pohon yang ditanam belum kuat, eh malah diterjang badai. Kejiwaan saya mungkin bisa terganggu jika kejadiannya seperti itu. Hahaha. 

Bisa kita amati bahwa masalah terberat karyawan 'hanya' berkisar dari pemotongan upah hingga kehilangan pekerjaan, sedangkan masalah yang diderita pengusaha bisa sampai kepada tahap dimana mereka terpaksa kehilangan semua kekayaan yang pernah mereka miliki. Bukan rahasia jika sebagian besar perusahaan dan bahkan UMKM pun bergantung pada pembiayaan yang berasal dari utang. Pemasukan ngos-ngosan, sedangkan kewajiban masih jalan terus. Mampus ngga tuh? Bottom line: dibanding karyawan, pengusaha harus mampu untuk memutar otaknya dengan lebih keras. (Yaiyalah yewww).

Lanjut. Sebagai orang yang pernah (dan hingga detik ini masih) bercita-cita untuk menjadi pengusaha, situasi yang terjadi saat ini benar-benar harus saya jadikan pembelajaran. Saya harus mulai membiasakan diri untuk bersiap menghadapi hal-hal yang tak terduga. Meskipun kondisi sedang baik-baik saja, back up plan harus selalu ada. Optimis tentu saja boleh, wajib malah, tapi kemungkinan-kemungkinan terburuk juga harus selalu disiapkan skenarionya dan dicarikan jalan keluarnya. Kemampuan dalam mengelola krisis tentu saja akan meningkat jika kita sudah mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum krisis tersebut melanda.

Tapi itu sih baru bicara soal strategi bisnis ya. Masih seputar kemampuan intelegensi. Menurut saya yang lebih berat justru tantangan dari sisi psikologis. Mengelola stress mungkin malah lebih sulit dari mengelola cash flow. Sebut saja ketika seorang pengusaha dihadapkan pada kondisi dimana ia harus memecat karyawan yang sudah capek-capek dididik, bukan karena performa karyawan tersebut buruk, tapi karena kondisi keuangan yang sedang kacau. Bete ngga tuh? Even if they survive this crisis, they still have to recruit another employee dan lagi-lagi harus membangun loyalitas SDM, dari awal lagi.

Belum lagi beban moral yang mengikutinya, mengingat pemecatan tersebut akan membuat seorang ayah kehilangan penghasilan untuk memberi makan anak-istrinya. Wuih, surely it's not an easy decision to make. Mungkin ngga semua pengusaha juga sih yang akan merasakan perasaan ini, tapi pasti ada banyak juga yang punya nilai moral cukup bagus sehingga hal ini bisa menjadi pressure bagi mental mereka.

Lebih parahnya lagi, kondisi mental seseorang dapat memengaruhi kondisi fisik juga lho. Stress yang tidak mampu dikelola dengan baik bisa saja membuat seseorang menjadi kehilangan nafsu makan, sistem kekebalan tubuh menurun, dan lain sebagainya. Ujung-ujungnya, kelemahan seorang pengusaha di aspek psikologis bisa juga merembet ke aspek intelegensi yang kita bahas sebelumnya. Untuk memutar otak dengan baik tentu saja tubuh juga harus dalam kondisi prima.

Berat ya jadi pengusaha. Tapi mau tak mau, kesiapan fisik, mental, dan psikologis memang harus dimiliki setiap insan yang bercita-cita untuk masuk ke bidang tersebut. Susah untuk menilai aspek mana yang lebih penting untuk dimiliki, karena nyatanya semua aspek tersebut sangat essential. Yuk mari kita mulai berlatih mempertajam kemampuan-kemampuan penting tersebut, dimulai sedini mungkin, dimulai dari sekarang.


Read More

Sunday, April 19, 2020

Catatan Hidup #8 Biaya Hidup di Malaysia


Wohoo.. tak terasa sudah hampir dua tahun saya menetap di Kuala Lumpur. Waktu berjalan begitu cepat, dan sepertinya dua tahun masih belum cukup bagi saya untuk menjelajahi semua seluk-beluk ibukota negara Malaysia ini.

Tapi tenang saja, artikel kali ini bukan bertujuan untuk mengulas Kuala Lumpur secara mendetail, saya hanya ingin berbagi pengalaman tentang biaya hidup rutin yang saya keluarkan semasa tinggal disini sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang. Sekaligus nyatet buat diri sendiri sih, kenang-kenangan untuk dibaca di masa depan ketika inflasi sudah menggerus zaman.

Tempat tinggal

Oke mari kita mulai dari yang paling krusial yaitu biaya rumah. Untuk tempat tinggal, saya dan housemates menyewa sebuah unit di Residence 8 yang berisi 3 kamar tidur dan 4 kamar mandi.

Harga sewanya 1800RM (Ringgit Malaysia) per bulan, sudah fully furnished, jadi ngga ada lagi yang harus dibeli. Kompor, mesin cuci, kulkas, lemari, tempat tidur, dll semuanya sudah disediakan. Kami patungan sesuai ukuran kamar masing-masing. Yang kebagian master room tentu saja bayar lebih mahal daripada yang kebagian medium room dan small room.

Nah, yang sedikit harus diingatkan dalam pengeluaran poin ini adalah biaya deposit yang harus dibayarkan diawal. Berhubung biasanya saya cuma di kos-kosan yang tinggal bayar bulan pertama dan langsung boleh masuk, tentu saja saya kaget ketika harus disuruh bayar deposit yang jumlahnya tidak sedikit. Detail soal deposit yang harus dikeluarkan dan sebagainya bisa kalian baca di artikel yang ini: Catatan Hidup #5: Kerja di Malaysia .



Listrik, air, dan internet

Berdasarkan catatan saya, dalam dua tahun terakhir rata-rata biaya listrik yang kami keluarkan adalah sekitar 174RM per bulannya. Rekor paling rendah tercatat di pembayaran bulan Februari 2019 yaitu 79RM, dan rekor tertinggi di bulan Juli 2019 yaitu 287RM, anjay kzl kok mahal beut.

Untuk biaya listrik, konon kabarnya setiap area memiliki tarif yang berbeda-beda. Tergantung area tersebut adalah wilayah komersil atau bukan. Saya sendiri ngga tau tempat tinggal saya dikategorikan ke golongan mana. Jadi jangan jadikan informasi saya sebagai satu-satunya acuan ya.

Biaya air cukup amazing sih menurut saya. Murah. Dengan kondisi rumah dihuni tiga orang dan salah satu keran di dapur netes terus, kami hanya perlu mengeluarkan rata-rata 10.4RM per bulannya. Sama seperti listrik, konon kabarnya tarif air di Kuala Lumpur juga dibedakan berdasarkan areanya.

Untuk internet di rumah, kami menggunakan TM unifi yang 139RM per bulan. Setelah pajak jadi sekitar 147.35RM yang harus kami bayar. Lupa sih ini paket yang mana, yang jelas sudah include layanan tivi itu tuh, walaupun tidak semua channel bisa diakses. Bodo amat sih, jarang nonton tivi juga. Kecepatan internetnya kira-kira segini:


Biaya telpon seluler

Pas baru nyampe disini saya sempat menggunakan Umobile karena murah. Tapi ternyata sinyalnya cukup mengecewakan. Jadi saya beralih ke Digi. Untuk internet di Digi ini saya ambil paket yang 28RM per bulan, dikasih 4GB. Not bad, tapi not awesome juga. Provider lain saya ngga tau ya, orang-orang sih sering merekomendasikan Maxis. Silakan coba sendiri deh.

Biaya makan

Untuk biaya makan pasti amat sangat relatif ya, tergantung selera masing-masing, sukanya makan di pinggir jalan apa di restoran mewah. Kebetulan karena di area tempat saya tinggal ga ada restoran mewah, jadi biasanya saya makan di tempat yang murah-murah saja. (Alesan aja sih, kalau ada pun saya tetep bakal makan di tempat murah. Hehe. Irit bray.)

Opsi pertama ada restoran Ben Maju, salah satu rumah makan milik India yang muslim (restoran India muslim biasa disebut restoran mamak/mamak food disini) tempat saya biasanya membeli ayam goreng panas seharga 6RM per porsi (tanpa nasi). Kalau makan nasi goreng dan menu-menu lain seperti kari kambing, dll sekali makan abis sekitar 8-10RM lah. Tapi karena saya tidak terlalu suka masakan India, jadinya cuma sering makan ayam goreng panas disini.

Untungnya ada pilihan makan lain selain Ben Maju. Nyebrang dikit, ada ibu-ibu asal Jawa yang jualan ayam penyet, pecel lele, rawon, dan sejenisnya. Harga ayam penyet plus nasi sekitar 8RM, pecel lele sedikit lebih murah.

Nah favorit saya di sekitaran sini adalah Salwani Seafood (yang kemudian berganti nama jadi Kak Nah Tom Yam). Menu favorit saya adalah daging masak merah, harganya 5RM per porsi tanpa nasi. Entah kenapa kalau sup daging harganya lebih mahal dikit, 6RM. Nasi goreng dan sejenisnya sekitaran 6RM-10RM, masih sedikit lebih murah daripada nasi gorengnya Ben Maju, satu lagi alasan tambahan kenapa saya lebih suka kesini. Hehe.



Sayang sekali untuk menikmati makanan terenak di dunia (yaitu masakan Padang) saya harus menempuh perjalanan setidaknya 1 kilometer dari kediaman saya. Disini, dendeng satu porsinya dijual dengan harga 5RM, cukup murah jika dibandingkan dengan restoran Padang favorit saya di area Chowkit dan Kampung Baru yang menjual produk yang sama dengan harga 8RM/porsi. Itu semua harga tanpa nasi lho ya. Tapi harga memang ngga bohong sih. Bukan cuma kualitas tempat dan higienitas, kualitas rasanya pun juga berbeda.

Transportasi

Ada beberapa jenis transportasi umum yang sudah saya coba disini. Ada LRT, MRT, BRT, Monorail, Bus, dan juga KTM.

Favorit saya adalah MRT dan LRT. Nyaman banget dan armadanya banyak, jadi tidak harus menunggu lama. Biasanya saya naik LRT kalau mau ke rumah makan di Kampung Baru. Kalau dari KL Sentral itu cuma sekitar 4 stasiun, biayanya 1.9RM kalau pakai kartu Touch n Go dan 2.1RM kalau bayar cash.

Tentu saja LRT lebih mahal kalau dibandingkan dengan bus yang saya naiki sehari-hari untuk ke kantor. Dari Residence 8 ke KL Sentral itu cuma 1.5RM pakai kartu (2RM kalau bayar cash), padahal jarak tempuhnya 2x lebih jauh daripada KL sentral-Kampung Baru. 

Nah, kalau KTM itu adalah singkatan dari Keretapi Tanah Melayu. Cukup jelas dari namanya bahwa wujud transportasi umum yang satu ini adalah kereta api jadul yang gerbongnya banyak. Armadanya tentu tidak sebanyak LRT dan MRT maupun Monorail. Wilayah yang dijajal pun cukup luas, gerbongnya juga banyak banget jadi bisa ngangkut banyak orang dari seluruh penjuru negeri. Pernah nyoba ngantor pakai KTM, tapi sayangnya kereta tradisional ini jalannya lelet dan kalau ketinggalan satu kereta kita harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan kereta berikutnya. Biayanya juga tidak jauh beda dari biaya naik bus. Sedikit lebih mahal, tapi ngga kena macet.

Untuk mengecek tarif transportasi bisa di website resminya MyRapid.

Kayanya itu dulu deh untuk saat ini, kalau soal biaya belanja bulanan sih saya kurang tau karena hampir ngga pernah masak. Segitu dulu la ya?
Read More

Saturday, March 21, 2020

Catatan Hidup #7 Lockdown


Hari ini adalah hari ke-empat sejak Perdana Menteri Malaysia memutuskan untuk melakukan partial lockdown demi mengurangi peluang penyebaran virus Corona (SARS-CoV-2) yang semakin hari kian mengganas.

Jadwalnya sih 18-31 Maret ya, tapi tidak ada satupun dari kita yang mengetahui akankah upaya pencegahan penyebaran wabah ini akan berakhir sesuai jadwal, atau malah molor. Bisa saja fenomena lockdown ini akan diperpanjang jika kondisi tidak kunjung membaik.

Serem juga ternyata, menyaksikan Kuala Lumpur yang biasanya ramai dengan segala hiruk-pikuknya tiba-tiba menjadi sunyi senyap tanpa kehidupan. Jalanan sepi, semua tempat yang biasanya mengundang keramaian dilarang beroperasi, dan segala aktivitas yang dianggap tidak penting dilarang untuk dilakukan, tidak terkecuali kegiatan keagamaan seperti solat jumat dan sejenisnya. However, keluar rumah masih diizinkan jika tujuannya mendesak seperti berbelanja kebutuhan dasar, berobat, dan lain-lain. Belum masuk ke tahap total lockdown deh pokoknya.


Karena bukan termasuk kantor yang bergerak di industri krusial seperti perbankan, telekomunikasi, dan pelayanan publik lainnya, kantor saya terpaksa harus tutup dalam periode lock down ini. Sebagian karyawan diizinkan untuk tidak bekerja, dan sebagian lainnya diharuskan untuk bekerja dari rumah (work from home). Sialnya, saya termasuk karyawan yang kebagian untuk work from home. Duh!

Rabu, Kamis, dan Jumat berlalu, ternyata perusahaan saya belum sesiap itu untuk menghadapi peristiwa ini. Tiga hari ini kami gagal untuk masuk ke dalam jaringan perusahaan sehingga tidak dapat melaksanakan tugas yang seharusnya kami kerjakan. Ada enaknya sih, tapi ya ampun! Bosan sekali! Ternyata memang berdiam diri di rumah itu enaknya cuma di Sabtu dan Minggu setelah lelah bekerja dari Senin hingga Jumat. Jika liburnya kepanjangan dan ngga boleh kemana-mana, tiga hari saja ternyata sudah bikin bete.

Tetiba terlintas di benak saya, jika partial lock down saja sudah begini menyiksa, alangkah malangnya teman-teman kita di negara lain yang harus melalui lock down yang sesungguhnya, dimana semua aktivitas benar-benar dihentikan secara totaol. Negara-negara yang terjangkit parah seperti China dan Italia tentu saja mengawal pergerakan rakyatnya dengan lebih ketat lagi dibandingkan dengan disini. Betapa tersiksanya batin mereka yang terbiasa berkumpul dan bersenda gurau bersama kolega dan teman, sekarang harus berdiam diri di rumah masing-masing dengan relasi seadanya. Saya saja yang notabenenya seorang introvert garis keras masih merasa 'pengurungan' ini cukup mengganggu, apalagi mereka yang bukan introvert ya.

Tapi memang, lock down ini sudah semestinya dilakukan oleh pemerintah Malaysia. Pasalnya kemaren (20/3) jumlah kasus positif corona di negara ini sudah menembus angka 1000 kasus. Kenaikan yang cukup drastis dibandingkan satu minggu lalu (13/3) dimana jumlah kasus positif corona hanya sekitar 200 kasus. Buset ya!

Saya yang di bulan Januari masih termasuk kedalam golongan orang yang cuek bebek terhadap isu corona ini, secara perlahan, mulai takut. Hehe.

Teror yang berbeda

Jika dipikir-pikir, ini kali pertama dalam 26 tahun kehidupan saya dimana sebuah teror yang tak terlihat secara masif menghantui seluruh manusia di permukaan bumi. Pengalaman ini tentu saja berbeda rasanya dengan apa yang saya alami di tahun 2009 ketika sebuah gempa dahsyat melanda kota Padang, lengkap dengan isu tsunami menyertainya.

Gedung-gedung luluh lantak dan korban jiwa berjatuhan. Tentu saja semua orang panik dan dilanda ketakutan,  but... that's all! Kita tahu cobaan ini akan segera berakhir dan semua orang dari berbagai penjuru akan bahu-membahu memberikan pertolongan untuk kami yang sedang dilanda musibah. Soon, setelah rangkaian-rangkaian gempa susulan berakhir, kita semua akan bangkit lagi.

Suasana ketika itu memang jauh lebih mencekam dibanding sekarang. Satu bulan lebih seisi kota lumpuh karena listrik dan banyak fasilitas penting penyokong kehidupan tak dapat digunakan. Namun, jika dibandingkan, teror yang tercipta kali ini terasa sangat berbeda dengan teror yang kami rasakan saat itu; karena bukannya datang tiba-tiba dan segera menghilang, bencana kali ini justru datang secara perlahan dan semakin lama malah semakin tak jelas kapan usainya. Waktu berlalu dan grafik kecemasan dalam diri kita justru semakin meningkat, bukan sebaliknya. This is something serious, man!

Saya yakin bencana ini, sebagaimana bencana-bencana lainnya, akan segera berakhir cepat atau lambat. Untuk saat ini tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali berdoa dan melakukan apa yang sudah sepatutnya kita lakukan: main aman, meminimalisir risiko terjangkit wabah dengan cara berdiam diri di rumah sesuai anjuran pemerintah.

Lock down... tinggal sepuluh hari lagi...




Read More

Sunday, December 22, 2019

Catatan Hidup #6 Bacaan Sholatnya Dayat

Sekali-sekali saya pengen ngepost sesuatu yang beda. Kali ini bukan tentang pemikiran-pemikiran saya tentang dunia ataupun kisah-kisah hidup yang saya alami, melainkan sharing tentang bacaan sholat yang saya pakai sehari-hari.

Sebagaimana yang antum-antum juga pada sudah tahu, ada banyak variasi bacaan sholat, yang sayangnya ngga semuanya bisa saya hafal. Ini nih versi bacaan sholat yang diajarin guru ngaji saya yang saya pergunakan dari kecil hingga detik ini.

 Langsung saja, dimulai dari Takbiratul Ikhram ya..
 

Doa Iftitah


ALLAAHU AKBAR KABIIRA, WALHAMDULILLAAHI KATSIIRA, WA SUBHANALLAAHI BUKRATAW, WAASHIILA.
(Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang).

WAJJAHTU WAJHIYA, LILLAZII FATHARASSAMAAWAATI WALARDHA, HANIIFAM, MUSLIMAA, WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.
(Aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutukan Engkau)

INNASSHALAATII, WA NUSUKII, WA MAHYAAYA, WA MAMAATI, LILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN.
(Sesungguhnya shalatku, dan ibadah qurbanku, dan hidupku, dan matiku, hanya untuk Allah Rabb Semesta Alam).

LAA SYARIIKALAHU, WABIDZAALIKA UMIRTU, WA ANA MINAL MUSLIMIIN.
(Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)


Al-Fatihah


BISMILLAAH, ARRAHMAAN, ARRAHIIM (BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM)
(Dengan nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)

ALHAMDULILLAAH, RABBIL 'AALAMIIN
(Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta 'alam)

ARRAHMAAN, ARRAHIIM
(Maha Pengasih, Maha Penyayang)

MAALIKI, YAUMIDDIIN
(Penguasa, Hari Pembalasan)

IYYAAKA, NA'BUDU, WA IYYAAKA, NASTA'IIN
(KepadaMulah, kami menyembah, dan kepadaMulah, kami mohon pertolongan)

IHDINA, ASSHIRAATHAL, MUSTAQIIM
(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)

SHIRAATH, ALLADZIINA, AN'AM, TA 'ALAYHIM
(Jalan, yang, telah Engkau beri nikmat, kepada mereka)

GHAYRIL MAGHDUUBI 'ALAIHIM, WA LADDHAAAALLIIIN.
(Bukan (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)

Ruku'


SUBHANA RABIYAL ‘AZHIMI WABIHAMDIH
(Maha Suci Allah yang Maha Agung dengan segala puji bagiNya.)

I'tidal


SAMI'ALLAAHU, LI, MAN, HAMIDA, HU
(Allah mendengar, kepada, sesiapa yang, memuji, Nya)

RABBANAA, LAKAL, HAMDU MIL ASSAMAAWAATI, WA MIL AL ARDHI, WA MIL A MAA SHIKTA, MIN SHAI IN, BA'DU
(Ya Tuhan Kami, bagi Allah segala Puji yang memenuhi langit dan memenuhi bumi dan memenuhi barang apa yang Allah kehendaki sesudah itu.)

 

Sujud


SUBHANA RABBIYAL A’LA WA BIHAMDIH
(Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi dengan segala pujiNya.)

Duduk Antara Dua Sujud


ROBBIGHFIRLI
(Ya Allah, ampunilah kami)
WARHAMNI
(Dan kasihanilah kami)
WAJBURNI
(Dan sempurnakanlah kami)
WARFA’NI
(Dan angkatlah derajat kami)
WARZUQNI
(Dan berilah rezeki)
WAHDINI
(Dan berilah kami petunjuk)
WA’AFINI
(Dan berilah kami kesehatan)
WA’FUANNI
(Dan maafkanlah kami.)

Bacaan Tahiyat


ATTAHIYYATUL MUBA-RAKA-TUSH SHALAWATUTH THAYYIBATU LILLAH.
(Segala kehormatan, kehormatan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah.)

ASSALAMU ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
(Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepedamu wahai nabi (Muhammad))

ASSALAMU ‘ALAINA WA’ALA ‘IBA DILLAHISH SHALIHIN.
(Salam (keselamatan) semoga tetap utk untuk kami seluruh hamba yg shaleh.)

ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAH
(Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.)

Bacaan Sholawat


ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD.
(Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad)

Duduk Tahiyat akhir membaca tahiyat awal ditambah dengan membaca:

WA’ALA ALI MUHHAMMAD
(Dan keluarga Muhammad)

KAMA SHALAITA ‘ALA IBRAHIM
(Sebagaimana pernah Engkau beri rakhmat kepada nabi Ibrahim)

WA’ALA ALI IBRAHIM
(Dan keluarga Ibrahim)

WABARIK ‘ALA MUHAMMAD
(Dan limpahkanlah berkah atas nabi Muhammad)

WA’ALA ALI MUHHAMMAD
(Dan keluarga Muhammad)

KAMA BARAKTA 'ALA IBRAHIM
(Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim)

WA 'ALA ALI IBRAHIM
(Dan keluarga Ibrahim)

FIL 'ALAMINA INNAKA HAMIDUN MAJID
(Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia.)

Salam

 

Nah itu dia bacaan sholat yang saya pakai. Perihal bahasa dan artinya saya kopas dari ahfatar.blogspot.com .

Insyallah kalau diberi kesempatan, saya ingin mempelajari variasi-variasi bacaan yang lain juga sih. Tapi sayang kebanyakan malasnya daripada rajinnya. Doakan saja.
Read More

Tuesday, June 12, 2018

Catatan Hidup #5 Kerja di Malaysia

Petualangan saya dalam berburu pekerjaan belum berakhir. Kali ini saya sedikit mengembangkan sayap ke sebuah negara yang terletak tak jauh di sisi utara nusantara, yaitu Malaysia.

Wow. Sungguh excited rasanya untuk mencoba bekerja di negara orang. Terlebih bagi saya yang belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di luar Indonesia. Untung saja, Malaysian masih bisa dibilang saudara serumpun kita, sehingga meskipun bahasa inggris saya masih pas-pasan, saya merasa cukup pede untuk melangkahkan kaki kesana. Is that true?

Ternyata saya salah. Sepertinya memahami bahasa inggrisnya english-speaking country jauh lebih mudah daripada memahami bahasa melayu atau bahasa inggrisnya penduduk Malaysia yang seringkali saya temui disini. Penduduk Malaysia yang saya sebut ‘seringkali saya temui disini’ justru bukan pribumi-pribumi melayu lho. Entah hanya kebetulan, dalam dua minggu pertama kehidupan saya di Kuala Lumpur ini, sepertinya saya lebih sering berinteraksi dengan penduduk Malaysia yang berasal dari negara-negara lain seperti China, India, Nepal, Bangladesh, dan sebagainya, dibandingkan dengan penduduk asli malaysia.

Tempat tinggal di Malaysia

Artikel saya yang satu ini tidak akan membahas detail teknis tentang cara-cara maupun prosedur yang saya jalani hingga saya berhasil mendapatkan pekerjaan di negara tetangga ini. Mungkin jika ada waktu, pembahasan tersebut akan saya ulas di sebuah artikel tersendiri. Jika sempat. Jika mood sedang baik.

Artikel ini mungkin hanya akan berisi ulasan singkat tentang pengalaman saya di 15 hari pertama hidup di Malaysia. Semoga bisa membantu pembaca sekalian yang juga memiliki ketertarikan untuk bekerja disini.

Mari kita mulai dari hal yang terpenting dahulu: akomodasi.

Jika ingin menetap di suatu tempat dalam kurun waktu yang cukup lama, tentu saja apartment/condominium/flat/kosan menjadi hal paling penting yang harus dijadikan prioritas utama. Gile aje mau nginep di hotel terus-terusan. Bisa bangkrut! Jujur sampai detik ini saya belum bisa membedakan pengertian dari apartment, condominium, atau flat di Malaysia. Yang saya tau ya cuma kos-kosan, Muehehe.

Ini dia dua website yang saya gunakan untuk nyari tempat tinggal:

www.ibilik.my
www.propertyguru.com.my

Tentu saja masih banyak website lain yang bisa digunakan, googling aja.

Correct me if I’m wrong, sepertinya disini jarang sekali ada owner property yang menawarkan kos-kosan seperti yang biasanya kita temukan di Indonesia. Seringkali, mereka menawarkan unit dalam bentuk condominium, bisa isi 2 kamar, 3 kamar, atau 4 kamar, lengkap dengan dapur, ruang tivi, dan tentu saja kamar mandi. Harganya ya tergantung luas ruangan dan fasilitas, ada yang fully furnished dan ada juga yang tidak.

Jadi kalau misalnya kamu cuma sendiri nih, owner/agent akan menawarkan kamu untuk mengambil satu kamar yang ada dalam sebuah condominium (ada banyak condo yang kamarnya disewakan secara eceran-red). Tapi usul saya sih mending cari temen sebangsa, biar enak hidup dengan budaya yang cenderung mirip. Kecuali kamu mau mendekam terus di kamar tanpa niat untuk menggunakan ruang tivi dan dapur yang mana adalah properti bersama, atau kecuali jika kamu memang mampu dan mau beradaptasi dengan orang-orang dengan budaya berbeda.

Tapi tetep ada kok yang nyewain kos-kosan seperti di Indonesia, hanya saja jumlahnya tidak banyak.

Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk tempat tinggal?

Semasa bekerja sebagai peserta ODP  di perusahaan sebelumnya, saya hidup berkelana dari satu kota ke kota lainnya. Saya pernah ngekos di area Kebayoran Baru ketika bertugas di Jakarta Selatan, Sunter di Jakarta Utara, Cinere, Depok, Metro di Lampung, Green Garden di Jakarta Barat, Cileungsi, dan terakhir di Pekanbaru, Riau.

Jika dibandingkan dengan biaya tempat tinggal di Pekanbaru dan Metro, maka biaya tempat tinggal di Kuala Lumpur terbilang mahal. Tapi jika dibandingkan dengan biaya tempat tinggal di Jakarta, menurut saya imbang, tidak terlalu mahal.

Disini, saya harus merogoh kocek sebesar 1800 RM (ringgit malaysia) untuk menyewa sebuah condominium dengan 3 kamar tidur, 4 kamar mandi, 1 gudang kecil, dapur, ruang tivi. Dengan fasilitas AC-kipas angin-tempat tidur-lemari di masing-masing kamar, satu buah televisi-kulkas-kompor untuk digunakan bersama. Lengkap dengan sofa, meja makan, rak tivi, rak sepatu dan sejenisnya. Nah ini yang disebut fully furnished. Sebagian condo ada yang menawarkan harga lebih murah, tapi ya barang-barang tersebut tidak disediakan owner, balik ke preferensi masing-masing deh, sukanya yang mana.


Namun perlu digaris bawahi, 1800 RM diatas belum termasuk biaya air dan listrik. Jadi anggaplah total semua biaya yang diperlukan untuk sewa tempat tinggal sebesar 2000 RM. Karena saya berempat, jadi patungan masing-masing sekitar 500 RM. 

500RM itu kalau dirupiahkan dengan kurs saat ini, sebanding dengan 1,7jt rupiah. Untuk fasilitas yang bagi saya lumayan wah (termasuk free access ke kolam renang, gym, sauna, dan jacuzzi) harga tersebut menurut pendapat saya terbilang wajar. Mengingat kosan saya di Jakarta harganya bisa mencapai 1 hingga 1,4 juta hanya dengan fasilitas AC dan kamar mandi di dalam. Dengan standar biaya hidup yang lebih tinggi, tentu saja harganya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan di Indonesia. Jadi sangat tidak fair jika dibandingkan dengan cara mengkonversi kurs mata uang.

Salah satu biaya yang menguras dompet

Ada satu hal terkait tempat tinggal yang lagi-lagi baru saya temui di Malaysia, yaitu sistem deposit condo/apartment. Mungkin karena sejauh ini saya cuma pernah tinggal di kos-kosan biasa, tidak pernah ada ibu kos yang minta deposit-depositan. Bayar sebulan doang, silakan tinggal. Bulan depan ditagih lagi. Wkwkwk.

Kali ini beda. Untuk menempati sebuah condo dengan tarif 1800 RM perbulannya, saya dan teman-teman diharuskan merogoh kocek sebesar 6900 RM. Dengan rincian:

  • 1 bulan sewa dibayar dimuka: 1800 RM
  • 2 bulan security deposit: 3600 RM
  • 1/2 bulan utilities deposit 900 RM
  • biaya stamping 600 RM
Cukup menegangkan ya. Jika ditotal, kami harus mengeluarkan uang setara 24jt rupiah untuk masuk ke condo ini. Jumlah yang menurut kami tidak kecil sama sekali. Hahaha.

Bisa disimpulkan, jika kamu menginginkan sebuah apartment/condo dengan harga misalkan 1000 RM, kamu harus menyediakan uang sebesar 2000 hingga 4000 RM. Karena mayoritas owner disini biasanya menghendaki deposit sebesar 2x hingga 4x biaya sewa bulanan.
Read More